spot_img
Tuesday, April 23, 2024
spot_img
HomeOpini PublikMembaca Sunatullah

Membaca Sunatullah

-

Ada rencana Tuhan tengah berlangsung (di negeri ini) dan itu pasti terjadi. Kendati DIA Maha Halus di setiap rencana-Nya, kerap tidak terbaca oleh para hamba, keniscayaan rujukan ialah sunatullah atau dalam frasa akademis disebut hukum alam, atau causalitas, hukum sebab akibat dan lain-lain.

Ketika Tuhan mengatakan “Kun” (maka jadilah), itu bukan bim-salabim atau adakadabra, bukan pula sulapan “prok prok prok jadi kodok”, tidak ujug-ujug, dan lai-lain. Tidak sama sekali. Kun adalah ketetapan menurut sunatullah. Ia berproses, bukan tiba-tiba.

Ketika alam berjalan tidak sesuai sunatullah (tidak seimbang/tidak adil) maka akan ada aksi, reaksi, dan lain-lain baik skala kecil, sedang maupun besar. Entah reaksi langsung dari alam itu sendiri, ataupun aksi secara sosial politik, dst.

Di sini saya hanya menerangkan, sifatnya mengingatkan bahwa alam memiliki pola (pattern) sebelum peristiwa terjadi. Pola hujan contohnya, terlihat mendung, angin agak kencang, geledek, rintik hujan dan seterusnya. Itu isyarat atau tanda-tanda. Maka dari itu bacalah tanda-tanda alam bagi yang berpikir, sebab isyarat itu merupakan bagian dari pola itu sendiri. Kenapa? Selain pola itu berproses lebih pasti daripada praktik teori atau asumsi-asumsi akdemis, rujukan besarnya, sekali lagi: “Sunatullah”.

Related articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
3,912FollowersFollow
21,600SubscribersSubscribe
spot_img

Latest posts