spot_img
Saturday, April 13, 2024
spot_img
HomeOpini PublikMembaca Karir Politik Fir’aun dari Perspektif Manajemen Risiko dan Filsafat

Membaca Karir Politik Fir’aun dari Perspektif Manajemen Risiko dan Filsafat

-

Tatkala para ahli nujum (pakar strategi)-nya memprediksi bahwa kelak terdapat suatu masa, ada rakyat (pemuda) yang akan menggulingkan kekuasaannya, itulah sebuah risiko kekuasaan. Dan Fir’aun pun, selain mengantisipasi dampak secara preventif, ia juga melakukan mitigasi risiko terhadap kemungkinan (probabilitas) yang mengancam kekuasaan.

Risk appetite atau kesedian menerima risiko diletak pada level zero torerance. Kebijakan tanpa torelansi. Semua bayi lelaki dibunuhnya.

Ketika bayi Musa justru diasuh oleh sang permaisuri namun dibiarkan oleh Fir’aun, inilah titik pembuka kelalaian Fir’aun sehingga tindakan preventif dan mitigasi risiko yang dikerjakan selama ini menjadi sia-sia. Musa seperti “kuda troya” kecil yang dipelihara di lingkar istana ketika besar justru memenggal kekuasaannya.

Sekarang kita ke ranah filosofi terutama pada metode silogisme hipotesis.

1) Seandainya dahulu Fir’aun membunuhi semua bayi tanpa toleransi, dia akan tetap menjadi raja diraja (premis mayor);

2) Bayi Musa tidak dibunuh (premis minor);

3) Maka, dalam perjalanan kekuasaannya Fir’aun — di ujung karir politik, ia tidak menjadi raja bahkan terbunuh (kesimpulan)

Related articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
3,912FollowersFollow
21,600SubscribersSubscribe
spot_img

Latest posts